Meninjau Karakter dan Kualitas Pendidikan Indonesia Melalui Asesmen Nasional 2026

Sumber: pinterest.com
Dunia pendidikan Indonesia kembali memasuki tahap baru. Seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2026, pada tanggal 11 Februari 2026 oleh Menteri Abdul Mu'ti.
Peraturan ini merupakan upaya nyata untuk menyempurnakan potret pendidikan nasional. Dengan fokus yang lebih seimbang antara kecerdasan intelektual (kognitif) dan kematangan karakter (nonkognitif), Indonesia sedang menyiapkan generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan global.
Melalui peraturan ini, pemerintah secara resmi melakukan penyesuaian signifikan terhadap penyelenggaraan Asesmen Nasional (AN). Bagi masyarakat awam, perubahan peraturan mungkin terdengar teknis dan birokratis. Namun, bagi para guru, orang tua, dan siswa, regulasi ini adalah arah yang akan menentukan ke mana kualitas pendidikan kita akan dibawa.
Evolusi Hasil Belajar: Aspek Nonkognitif Menjadi Batu Uji
Salah satu poin paling mencolok dalam aturan terbaru ini adalah penajaman definisi hasil belajar. Pemerintah kini membagi hasil belajar menjadi dua kategori besar: kognitif dan nonkognitif.
Hasil belajar kognitif tetap berfokus pada dua fondasi utama, yaitu literasi membaca dan numerasi. Keduanya diukur melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Namun, yang menarik adalah bagaimana pemerintah kini memberikan perhatian serius pada aspek nonkognitif melalui Survei Karakter.
Jika dulu pendidikan sering dianggap hanya soal pintar matematika atau bahasa, kini karakter menjadi pilar yang setara. Permendikdasmen No. 9 Tahun 2026 Pasal (7) menetapkan delapan dimensi profil lulusan yang menjadi sasaran utama. Dimensi tersebut mencakup:
- Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Kewargaan.
- Penalaran kritis.
- Kreativitas.
- Kolaborasi.
- Kemandirian.
- Kesehatan.
- Komunikasi.
Delapan dimensi ini menunjukkan bahwa sekolah masa depan diharapkan tidak hanya mencetak "orang pintar", tetapi juga individu yang sehat, mampu bekerja sama, dan memiliki integritas moral yang tinggi.
Survei Lingkungan Belajar
Asesmen Nasional bukan hanya ujian bagi siswa. Melalui peraturan ini, sekolah pun diuji untuk dapat meningkatkan kualitas lingkungannya. Pengukuran kualitas lingkungan belajar kini mencakup tiga aspek krusial: iklim keamanan, iklim inklusivitas dan kebinekaan, serta proses pembelajaran itu sendiri.
Data ini diambil melalui Survei Lingkungan Belajar. Artinya, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak belajar di tempat yang aman dari perundungan (bullying), menghargai perbedaan, dan mendapatkan kualitas pengajaran yang standar.
Siapa Saja yang Terlibat?
Ada perubahan penting dalam hal kepesertaan. AN kini secara spesifik menyasar peserta didik pada kelas akhir di setiap jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA dan SMK. Selain siswa, pendidik dan kepala satuan pendidikan juga wajib menjadi peserta AN.
Integrasi data juga diperketat. Seluruh peserta harus terdaftar dalam sistem basis data kementerian dan mendaftar pada laman resmi yang telah disediakan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan data tunggal yang akurat guna memantau perkembangan pendidikan di setiap daerah.
Menuju Pendidikan yang Lebih Terintegrasi
Salah satu inovasi menarik dalam Pasal 9A adalah kemungkinan integrasi pengukuran literasi dan numerasi ke dalam capaian akademik pada mata pelajaran tertentu. Ini memberikan sinyal bahwa literasi dan numerasi bukan lagi mata pelajaran yang berdiri sendiri, melainkan "ruh" yang harus ada di setiap mata pelajaran.
Bagi para pemangku kepentingan, aturan ini adalah undangan untuk berkolaborasi. Keberhasilan Asesmen Nasional tidak hanya bergantung pada kementerian, tetapi juga pada kesiapan sarana prasarana di daerah dan semangat para guru di garda terdepan pendidikan. Mari kita dukung transformasi ini demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah.
Hafid Nafi Rozzaki
Baca Juga

Beban Nafkah dan Perlindungan Hukum Atas Istri Breadwinner
2 Nov 2026

Karhutla: Krisis Ekologi dan Tanggung Jawab Moral
2 Nov 2026

Mengenal Hukum Persaingan Usaha di Indonesia
20 Okt 2026

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Bukti Pendidikan Jadi Sorotan
6 Okt 2026

Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Masuk Lingkar Penasihat Presiden
2 Okt 2026

DPR RI Ketok APBN 2027: Ke Mana Rp4.106 Triliun Mengalir?
30 Sep 2026

Ombudsman Temukan "Klaster Mewah" di Lapas Cibinong, Sempat Alami Perlawanan Petugas
24 Sep 2026

UU Reforma Agraria Disahkan, Atur Redistribusi Tanah
22 Sep 2026

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan Masuk Kategori Berbahaya Akibat Karhutla
22 Sep 2026

Jangan Asal Tanda Tangan! Cek Klausul Larangan dalam Kontrak Kerja PKWT
20 Sep 2026