Kemendag Gelar FGD di Semarang: Perkuat Barisan Hadapi Hambatan dan Sengketa Perdagangan Internasional

Kemendag Gelar FGD di Semarang: Perkuat Barisan Hadapi Hambatan dan Sengketa Perdagangan Internasional
Semarang, 12 November 2025 – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) strategis di PO Hotel Semarang. Acara bertajuk "Penguraian Hambatan Perdagangan Terhadap Akses Pasar Ekspor Indonesia & Penanganan Sengketa Perdagangan Internasional" ini bertujuan mengonsolidasikan strategi nasional dalam mengamankan pasar ekspor Indonesia di tengah dinamika global.
FGD ini dibuka dengan sambutan utama (Keynote Speech) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Isy Karim. Diskusi ini melibatkan perwakilan dari berbagai Kementerian RI, termasuk Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perindustrian. Selain itu, hadir pula akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip), konsultan hukum, asosiasi ekspor, dan para pelaku bisnis. Diskusi panel dimulai dengan paparan dari Prof. Dr. FX Joko Priyono, Guru Besar Hukum Internasional Undip. Beliau dalam paparannya menekankan pentingnya transparansi dan harmonisasi standar internasional, serta kewaspadaan risiko geopolitik dalam melihat masalah perdagangan internasional sebagai kunci untuk menjaga keberlanjutan ekspor.
Selanjutnya, Narasumber kedua, Reza Pahlevi Chairul, Direktur Pengamanan Perdagangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, memaparkan secara rinci mengenai langkah-langkah penanganan dan pembelaan yang telah dilakukan Kemendag terhadap berbagai hambatan perdagangan yang menyasar produk-produk Indonesia di pasar luar negeri.
Pembahasan kemudian berlanjut ke forum penyelesaian sengketa hukum. Narasumber ketiga, Perwakilan dari Biro Advokasi Perdagangan Kemendag RI menjelaskan strategi yang diterapkan pemerintah saat menangani sengketa di forum Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Selain itu, perspektif praktis disajikan oleh Narasumber keempat, Josept Wira Koesnaidi, Managing Partners dari JWK Law Office, yang mengulas studi kasus sengketa Indonesia di WTO, memberikan pelajaran berharga bagi para pelaku bisnis dan pemerintah.
Melalui konsolidasi ini, Kemendag berupaya memastikan bahwa seluruh elemen bangsa siap menghadapi tantangan perdagangan internasional. Hasil FGD ini diharapkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih taktis dan terkoordinasi untuk mengamankan akses pasar, memastikan ekspor Indonesia terus tumbuh, dan melindungi produk nasional dari praktik diskriminatif.
Hafid Nafi Rozzaki
Baca Juga

Mengenal Hukum Persaingan Usaha di Indonesia
20 Okt 2026

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Bukti Pendidikan Jadi Sorotan
6 Okt 2026

Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Masuk Lingkar Penasihat Presiden
2 Okt 2026

DPR RI Ketok APBN 2027: Ke Mana Rp4.106 Triliun Mengalir?
30 Sep 2026

Ombudsman Temukan "Klaster Mewah" di Lapas Cibinong, Sempat Alami Perlawanan Petugas
24 Sep 2026

UU Reforma Agraria Disahkan, Atur Redistribusi Tanah
22 Sep 2026

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan Masuk Kategori Berbahaya Akibat Karhutla
22 Sep 2026

Jangan Asal Tanda Tangan! Cek Klausul Larangan dalam Kontrak Kerja PKWT
20 Sep 2026

Satu Bulan Pasca Gempa Flores: 94 Pengungsi Dilaporkan Meninggal Dunia
17 Sep 2026

Purbaya Dicopot Sebagai Menkeu, Digantikan Oleh Suahasil
14 Sep 2026