Satu Bulan Pasca Gempa Flores: 94 Pengungsi Dilaporkan Meninggal Dunia

17 September 2026 - oleh Diah Ayu Fadilah
Satu Bulan Pasca Gempa Flores: 94 Pengungsi Dilaporkan Meninggal Dunia

Jurivox.id — Dampak gempa magnitudo 7,7 yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 lalu masih terasa cukup berat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, dari total 142 korban jiwa, mayoritas justru mengembuskan napas terakhir di lokasi pengungsian (94 orang), sedangkan 48 korban lainnya meninggal akibat dampak langsung saat gempa terjadi.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan 1.603 warga mengalami luka-luka.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Guncangan gempa menimbulkan kerugian fisik yang sangat masif di berbagai sektor:

  • Permukiman: 103.427 rumah warga mengalami kerusakan (ringan, sedang, hingga berat).
  • Fasilitas Publik: 712 sekolah, 558 rumah ibadah, 157 fasilitas kesehatan, serta 685 gedung perkantoran terdampak.
  • Infrastruktur: Kerusakan melanda 1.175 titik jalan dan 50 saluran irigasi.

Meski proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan perhatian serius, jumlah masyarakat yang bertahan di tenda penampungan mulai menyusut signifikan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa angka pengungsi saat ini berada di kisaran 46 ribu jiwa—turun drastis jika dibandingkan pada periode awal bencana.

"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun, yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.461 jiwa," ujar Berton SP Panjaitan, dikutip Tirto.id, Rabu(16/9/2026).

Penurunan angka tersebut menandakan sebagian warga mulai meninggalkan tempat pengungsian, sembari BNPB terus melanjutkan pendataan kerusakan hunian serta penyaluran logistik bagi korban yang tersisa.

D

Diah Ayu Fadilah